GAMBARAN EFEKTIVITAS PENANGANAN NYERI POST OPERASI APPENDISITIS DI RSUD UNDATA PALU TAHUN 2019

  • Nur Afni Ismail Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Alkhairaat, Jl. Diponegoro Palu 94221, Sulawesi Tengah, Indonesia
  • Salmah Suciaty Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Alkhairaat, Jl. Diponegoro Palu 94221, Sulawesi Tengah, Indonesia
  • Ruslan Ramlan Ramli Program Studi pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat, Jl. Diponegoro Palu 94221, Sulawesi Tengah, Indonesia
Keywords: Nyeri, Appendisitis, RSUD Undata

Abstract

Angka kejadian nyeri pasca Apendektomi masih tinggi. Pasien yang mengalami nyeri yang cukup parah berdampak buruk terhadap lama perawatan dan produktivitasnya. Nyeri pasca Apendektomi sebaiknya ditekan hingga penderita bebas nyeri, karena nyeri tidak hanya mengakibatkan penderitaan pasca apendektomi saja, tetapi bila tidak tertangani dengan baik maka dapat berdampak dikemudian hari dan berisiko menimbulkan nyeri kronis, nyeri persisten dan depresi pasca operasi. Semakin parah nyeri yang dirasakan pasien di rumah sakit berarti terjadi penurunan efektivitas penanganan nyeri dan pelayanan kesehatan sehingga semakain buruk penilaian terhadap rumah sakit tersebut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran efektivitas penanganan nyeri post operasi Appendisitis di RSUD Undata Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan time series. Subjek sebanyak 14 pasien yang telah menjalani operasi Appendisitis diambil secara consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan pemeriksaan nyeri pada 6, 12, dan 24 jam post Operasi Appendisitis. Analisis data menggunakan perangkat lunak SPSS 25 dan Microsoft Office Excel 2016. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini ialah distribusi penderita post operasi Appendisitis berdasarkan kategori skor NRS pada 6 jamdan 12 jam post operasi apendisitis adalah sama yaitu terbanyak ditemukan pada penderita dengan NRS ≥4 sebanyak 14 orang (100.0%). Sedangkan pada 24 jam terbanyak ditemukan pada penderita dengan NRS ≤3 sebanyak 8 orang (57.1%) dan terendah pada penderita dengan NRS ≥4 sebanyak 6 orang (42.9%). Maka dapat disimpulkan bahwa tingkat nyeri post operasi Appendisitis masih tinggi, yaitu sebanyak 100.0%. Penderita memiliki skor NRS ≥4 (tidak efektif) pada 6 dan 12 jam, dan 42.9% pada 24 jam post operasi Appendisitis.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Craig, S. 2018. Appendicitis, (online). (https://emedicine.medscape.com/article/77 3895-overview#a1, diakses 16

Maret 2019).

Khorsand, A., Tadayonfar, M. A.-R., Badiee, S., Aghaee, M. A., Azizi, H., & Baghani, S. Evaluation of the effect of reflexology on pain control and analgesic consumption after appendectomy. Journal Of Alternative And ComplementaryMedicine (New York, N.Y.). 2015 Des; 21(12): 774-80. (https://doi.org/10.1089/acm.2014.0270, diakses 15 Februari 2018).

Sjamsuhidajat R, de Jong W. Apendiks Vermiformis. Dalam: Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi 4. Jakarta: EGC, 2010; p. 777

Gul T, Khan M.A, Sahar S. Epidemiological and demographic features of appendicitis and influences of several environmental factors. Pak J Surg. 2014; 30(3): 245-247. (http://www.pjs.com.pk/journal_pdfs/jul_se p14/245.pdf, diakses 13 Februari 2018)

Haydar B, Reynolds P. Appendectomy. Infectious Disease Advisor (IDA). 2019. (https://www.infectiousdiseaseadvisor.com/ home/decision-support-in-medicine/anesthesiology/appendectomy/, diakses 13 Februari 2018)

Departemen Kesehatan RI. 2012. Kasus Appendicitis di Indonesia.

Nurfanida L. 2015. Panduan Madiri Melacak Penyakit. Jakarta : Lintas kata

Santacroce, L. 2017. Appendectomy, (online). https://emedicine.medscape.com/article/195 778-overview#showall, diakses Tanggal 11 Maret 2018,

Faridah, N.S. 2015. Penurunan Tingkat Nyeri Pasien Post Op Apendisitis Dengan Tehnik Distraksi Nafas Ritmik. Skripsi diterbitkan. Lamongan : Program Studi S1 Keperawatan STIKES Muhammadiyah Lamongan.https://stikesmuhla.ac.id/wp- content/uploads/68-74-Virgianti-Nur- Faridah.pdf, diakses 11 Maret 2018).

IASP. 2017.Pain. International association of the study of pain, Washington D.C. (https://www.iasp- pain.org/Education/Content.aspx?ItemNu mber=1698#Pain,diakses 12 Maret 2018).

Sherwood, L. 2014. Fisiologi Manusia: Dari Sel Ke Sistem. Edisi 8. Diterjemahkan oleh Brahm U. Pendit. 2014. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Hal 207-210

Faridah V. (2015). Penurunan Tingkat Nyeri Pasien Post Op Apendisitis dengan Teknik Distraksi Nafas Ritmik. Jurnal Studi Keperawatan Vol.07,No.02,Agustus 2015, 7(2).

Prabandari DA, Indriasari I, Maskoen TT. 2018. Efektivitas Analgesik 24 Jam Pascaoperasi Elektif di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Tahun 2017. Vol 6(2). http://journal.fk.unpad.ac.id/index.php/jap/article/view/1221, diakses pada 26 Desember 2019

Diantari DAW, Wiguna NAA, Niryana I.W. 2018. Gambaran evaluasi tingkat nyeri pasien pasca operasi radang usus buntu dengan bedah terbuka dan laparoskopi di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar tahun 2016. Vol 9(2):100-106. https://isainsmedis.id/index.php/ism/articl e/viewFile/158/180, diakses pada 26 Desember 2019

Pristahayuningtyas CY. 2015. Pengaruh Mobilisasi Dini Terhadap Perubhan Tingkat Nyeri Klien Post Operasi Apendektomi di Ruangan Bedah Mawar Rumah Sakit Baladhika Husada Kabupaten Jember. http://repository.unej.ac.id/bitstream/handl e/123456789/65839/112310101024.pdf, diakses pada 26 Desember 2019

Black, J.M., & Hawks, J.H. (2014). Medicalsurgical nursing clinical management for positive outcomes. (7th ed). St. Louis, Missouri: Elsevier Saunders

Smeltzer, S.C., & Bare, B. (2012). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth, Volume 1 Edisi 12. Jakarta: EGC.

Published
2020-12-31
How to Cite
Afni Ismail, N., Suciaty, S., & Ramlan Ramli, R. (2020). GAMBARAN EFEKTIVITAS PENANGANAN NYERI POST OPERASI APPENDISITIS DI RSUD UNDATA PALU TAHUN 2019. Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran Dan Kesehatan, 2(3), 125-130. https://doi.org/10.31970/ma.v2i3.64
Section
Articles