KETERKAITAN PARITAS DAN KEJADIAN PERDARAHAN POSTPARTUM PRIMER DI RSUD Hj. ANNA LASMANAH BANJARNEGARA

  • Agnastera Putri Salsyabilla Mahasiswa, Fakultas Kedokteran, Universitas Tarumanagara, Jakarta
  • Ricky Susanto Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tarumanagara, Jakarta
Keywords: Perdarahan Postpartum Primer, Paritas

Abstract

ABSTRAK

Ketika seorang wanita mengalami kehilangan darah yang signifikan setelah melahirkan, hal itu dikenal sebagai pendarahan primer postpartum. Kehilangan darah yang signifikan terjadi pada persalinan bedah (operasi caesar) ketika melebihi 1000 ml, sedangkan pada persalinan normal melalui vagina melebihi 500 ml. Karena peran pentingnya dalam kematian ibu, perdarahan postpartum merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting di seluruh dunia. Ada banyak elemen yang berkontribusi pada masalah yang terus berlanjut dalam kesehatan global, dan salah satunya adalah paritas, atau riwayat ibu dalam memiliki anak. Dengan pengumpulan data tentang frekuensi pendarahan primer postpartum, persentase ibu dengan paritas berisiko tinggi dan rendah, dan pemeriksaan faktor-faktor yang berkontribusi dan dipengaruhi oleh paritas, penelitian ini berharap dapat menarik kesimpulan tentang sifat dan luasnya hubungan antara keduanya. Menggunakan informasi dari rekam medis 104 peserta, penelitian ini menggunakan pendekatan analitik cross-sectional . Uji Chi-Square digunakan untuk analisis bivariat. Ditemukan korelasi antara paritas risiko tinggi dan kejadian pendarahan primer postpartum, seperti yang ditunjukkan oleh data statistik (nilai p = 0,0001). Ibu dengan paritas risiko tinggi 5,31 kali lebih mungkin merasakan perdarahan postpartum primer dibandingkan dengan ibu dengan paritas risiko rendah, menurut penelitian estimasi risiko, yang menampilkan rasio odds (OR) sebesar 5,31. Kesimpulannya, frekuensi perdarahan postpartum primer sangat terkait dengan paritas risiko tinggi. Hal ini menekankan pentingnya inisiatif pencegahan komplikasi pascapersalinan yang mencakup pemantauan dan pengobatan wanita selama kehamilan dan setelah melahirkan.

ABSTRACT

When a woman has significant blood loss after giving birth, it is known as primary postpartum haemorrhage. Significant blood loss occurs in surgical deliveries (caesarean sections) when it surpasses 1000 ml, while in regular vaginal deliveries it surpasses 500 ml. Because of the significant role it plays in maternal mortality, postpartum haemorrhage is an important public health concern worldwide. There are a lot of elements that contribute to this persistent problem in global health, and one of them is parity, or the mother's history of having children. By collecting data on the frequency of primary postpartum haemorrhage, the percentage of mothers with high-risk and low-risk parity, and an examination of the factors that contribute to and are influenced by parity, this study hopes to draw conclusions about the nature and extent of the association between the two. Using information from 104 participants' medical records, the research used an analytical cross-sectional approach. The Chi-Square test was used for bivariate analysis. There was a link between high-risk parity and the incidence of primary postpartum haemorrhage, as shown by the statistical data (p-value = 0.001). Mothers with high-risk parity are 5.31 times more likely to have primary postpartum haemorrhage compared to those with low-risk parity, according to risk estimating research, which indicated an odds ratio (OR) of 5.31. The frequency of main postpartum haemorrhage is highly linked with high-risk parity, to conclude. This emphasises the significance of postpartum complication prevention initiatives that include monitoring and treating women throughout pregnancy and after giving birth.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Wormer KC, Jamil RT, Bryant SB. Postpartum hemorrhage. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2024 Jan. [dikutip 2025 Jun 6]. Tersedia di: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK499988/:contentReference[oaicite:1]{index=1

Bienstock JL, Eke AC, Hueppchen NA. Postpartum hemorrhage. N Engl J Med. 2021 Apr 29;384(17):1635–45.

Istiningsih T, Herlinadiyaningsih, Batu KL. Faktor risiko terjadinya perdarahan post partum di UPTD RSUD Puruk Cahu Kabupaten Murung Raya. J Riset Kesehatan Nasional. 2024 Okt;8(2):110–14.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia 2022. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2023.

Pratiwi F, Adhisty Y, Widarti S, Sukaesih R. Gambaran faktor risiko terjadinya perdarahan pasca persalinan di RS Nur Hidayah Bantul. J Ilmu Kesehatan Mulia Madani Yogyakarta. 2024 Apr;5(1):1–8.

Likis FE, Sathe NA, Morgans AK, et al. Management of postpartum hemorrhage [internet]. Rockville (MD): Agency for Healthcare Research and Quality (US); 2015 Apr. (Comparative Effectiveness Reviews, No. 151).

Günaydın B. Management of postpartum haemorrhage. Turk J Anaesthesiol Reanim. 2022 Dec;50(6):396–402.

Chambers GM, Venetis CA, Jorm LR, Vajdic CM. Parity: a key measure of confounding in data-linkage studies of outcomes after medically assisted reproduction. Int J Popul Data Sci. 2020;5(1).

Purborini SFA, Rumaropen NS. Relationship of age, parity, and education level with unwanted pregnancy in fertile age couples in Surabaya. Media Gizi Kesmas. 2023 Jun;12(1):207–11.

Agustin HP, Setiawandari, Waroh YK. Analisis penyebab kejadian perdarahan postpartum primer di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan. Pros Semin Nas Hasil Riset dan Pengabdian. 2023 Jul 6;2562–2576.

Perlman NC, Carusi DA. Retained placenta after vaginal delivery: risk factors and management. Int J Womens Health. 2019 Oct 7;11:527-534.

Tchuinte Lekuikeu LS, Moreland C. Retained placenta and postpartum hemorrhage: a case report and review of literature. Cureus [Internet]. 2022 Apr 22 [disitasi 2025 Jun 6];14(4):e24389. Tersedia di: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/35619843/

Astuti DW, Juniarty E. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian perdarahan post partum. J ‘Aisyiyah Medika. 2024 Aug;9(2):109–21.

World Health Organization. WHO Postpartum Haemorrhage (PPH) Summit: project brief. [Internet]. Geneva: WHO; 2022 Sep 30 [dikutip 2025 Jun 6]. Tersedia di: https://www.who.int/reproductivehealth/en/

Sari J, Supadmi NW, Winarni NN. Hubungan paritas dengan kejadian perdarahan postpartum di Puskesmas Wanasaba. 2023;268(1):1-10.

Lin L, Lu C, Chen W, Li C, Guo VY. Parity and the risks of adverse birth outcomes: a retrospective study among Chinese. BMC Pregnancy Childbirth. 2021 Mar 26;21(1):257.

Nurhidayati U, Indriawan IM. Paritas dan kecenderungan terjadinya komplikasi ketepatan posisi IUD post plasenta. J Kesehatan Reproduksi. 2020 Feb;4(1):1–10.

Ratnaningtyas MA, Indrawati F. Karakteristik ibu hamil dengan kejadian kehamilan risiko tinggi. HIGEIA J Public Health Res Dev. 2023 Jul;7(3):335-343.

Buku Saku Pencegahan Anemia pada Ibu Hamil dan Remaja Putri. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2024.

Endhang K. Anemia dalam kehamilan. [Internet]. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI; 2022 Agustus 5 [disitasi 2025 Jun 5]. Tersedia di: https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/1132/anemia-dalam-kehamilan

Fatkhiyah N, Salamah U, Indrastuti A, Nurfiati L. Studi korelasi status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Keskom. 2022 Des 8;8(3):569-75.

Published
2026-08-22
How to Cite
Agnastera Putri Salsyabilla, & Ricky Susanto. (2026). KETERKAITAN PARITAS DAN KEJADIAN PERDARAHAN POSTPARTUM PRIMER DI RSUD Hj. ANNA LASMANAH BANJARNEGARA. Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran Dan Kesehatan, 8(02), 1569-1578. https://doi.org/10.31970/ma.v8i02.458
Section
Articles