POTENSI EKSTRAK DAUN JERUK KEPROK SEBAGAI MEDIA PENGENDALIAN JENTIK NYAMUK Aedes sp.
Abstract
ABSTRAK
Efektivitas ekstrak daun Jeruk Keprok sebagai insektisida nabati merupakan alternatif ramah lingkungan dalam pengendalian jentik nyamuk Aedes sp sebagai vektor utama Demam Berdarah Dengue (DBD). Daun Jeruk Keprok mengandung flavonoid, alkaloid, dan tanin yang berpotensi menyebabkan kematian jentik Aedes sp. Penelitian ini merupakan eksperimen laboratorium dengan rancangan acak lengkap menggunakan 360 jentik instrar III. Perlakuan terdiri dari konsentrasi 0,05%, 0,075%,0,1%,0,25% dan 0,5% dengan tiga kali replikasi. Hasil analisis univariat menunjukkan jumlah kematan jentik meningkat seiring bertambahnya konsentrasi ekstrak. Pada konsentrasi 0,05% rata-rata kematian jentik sebanyak 8 ekor, sedangkan pada konsentrasi 0,5% rata-rata kematian mencapai 20 ekor selama 24 jam pengamatan. Hasil analisis One Way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan nilai signifikan antarperlakuan ( p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak daun Jeruk Keprok berpotensi efekif sebagai lavarsida alami yang aman dan ramah lingkungan.
ABSTRACT
The effectiveness of Tangerine leaf extract as a botanical insecticide is an environmentally friendly alternative for controling Aedes sp larvae as the vector of Dengue Hermorrhagic Fever (DHF). Tangerine leaves contain flavonoids, alkoloids, and tannins which have the potential to cause larva mortality. This study aimed to describe the univariate analysis of the effectveness of Tangerine leaf extract based on concentration variations againts the mortality of Aedes sp larvae. This study was a laboratory experiment using a comletely randomized design with 360 third-instar larvae. The treatmens consisted of extract concentration of 0.05%, 0.075%, 0.1%, 0.25%, and 0.5% with three replications. The univariate analysis showed that larvae mortality increased along with higher extract concentrations. At the 0.05% concentration, the average mortality was 8 larvae within 24 hours of observation. In conclusion, Tangerine leaf extract has the potential to be an effective, safe, and environmentally friendly natural larvicide.
Downloads
References
World Health Organization. (2024). Dengue Worldwide Overview. https://www.who.int/
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dalam angka (Laporan SKI 2023).
Kementrian Kesehatan RI. (2022). Demam Berdarah Dengue. Kementrian Kesehatan RI.
Nurhayati., Salimi, Y. K., & Situemang, B. (2021). Manfaat ekstrak tanaman suruhan sebagai antioksidan dan antimalaria. Yayasan Pendidikan dan Sosial Indonesia Maju (YPSIM).
Adrianto, H., & Yotopranoto, S. (2016). Efektivitas Ekstrak Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix), Jeruk Limau (Citrus amblycarpa), dan Jeruk Bali (Citrus maxima) terhadap larva Aedes aegypti. Jurnal Aspirator.
Devy, N.F., Yulianti, Y. & Andrini, A. (2018). Kandungan Flavonoid dan Limonoid pada Berbagai Fase Pertumbuhan Tanaman Jeruk Kalamondin (Citrus mitis Blanco) dan Purut (Citrus hystrix Dc.). Jurnal Hortikultura.
Fauziyah, N., Maulana, H., & Siregar, S. (2021). Kandungan bioaktif tanaman citrus sebagai larvasida alami. Jurnal Fitofarmaka Indonesia.
Caraswati, S. (2018). Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Kamboja (Plumeria acuminata) Sebagai Larvasida terhadap Larva Aedes aegypti. Journal of Vector-borne Disease Studies.
Taniu S. (2018). Efektivitas ekstrak kulit Jeruk Keprok Soe (Citrus reticulata) terhadap mortalitas larva Aedes aegypti.
Lestari, T. (2016). Pemanfaatan jeruk purut (Citrus hystrix) sebagai biolarvasida. Kementerian Kesehatan Politeknik Kesehatan Surakarta. Jurusan Jamu Kebidanan dan Kesehatan Tradisional, Jurnal Kesehatan Tradisional Poltekkes Surakarta.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Demam Berdarah Dengue. Kementrian Kesehatan RI
Bureni, E. Y. N., Sasputra, I. N., & Dedy, M. A. E. (2018). Uji efektivitas ekstrak biji kelor (Moringa oleifera) terhadap larva nyamuk Aedes aegypti. Cendana Medical Journal.
Copyright (c) 2026 Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan agree to the following terms:
1. Authors retain copyright and grant Journal Medika Alkhairaat right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial License (http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/) that allows others to remix, adapt, build upon the work non-commercially with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in Journal Medika Alkhairaat.
2. Authors are permitted to copy and redistribute the journal’s published version of the work non-commercially (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Journal Medika Alkhairaat.





