EFEKTIVITAS LIDOKAIN DIBANDINGKAN EFEDRIN SEBAGAI DEKONGESTAN TOPIKAL
Abstract
ABSTRAK
Latar Belakang: Dekongestan merupakan obat yang digunakan untuk mengurangi kongesti hidung, sinus paranasal, serta mengurangi volume jaringan mukosa edematosa dan sekresi lendir. Efedrin merupakan Dekongestan yang sering di gunakan terutama pada obat flu. Anestesi topikal yang paling umum digunakan untuk tindakan naso/oropharyngeal adalah lidokain. Anestesi lokal topikal dan dekongestan biasanya digunakan pada lubang hidung untuk mengurangi rasa sakit pada hidung dan untuk memperluas bidang pandang.
Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas lidokain dibandingkan efedrin sebagai dekongestan topikal.
Metode: Jenis penelitian ini bersifat quasi eksperimental. Sampel pada penelitian ini sebanyak 12 orang (pada 2 rongga hidung) yang dipilih secara acak berdasarkan kriteria inklusi dan kriteria ekslusi yang telah di tentukan. Peneliti membagi sampel menjadi 2 kelompok perlakuan yaitu kelompok lidokain dan kelompok efedrin.
Hasil: Tidak terdapat perbedaan efektivitas pada pemberian lidokain sebelum dan sesudah yaitu 0.059 (p>0.05), pada pemberian efedrin didapatkan 0.002 (p<0.05) yang artinya terdapat perbedaan efektivitas dari pemberian efedrin sebelum dan sesudah. Efektivitas lidokain dibandingkan efedrin didapatkan hasil 0.002 (p<0.05) yang artinya terdapat perbedaan efektivitas dari lidokain dan efedrin sebagai dekongestan topikal dengan selisih rata-rata diameter konka hidung yaitu 2.00 mm. Serta lidokain menunjukkan 67% pasien merasakan sensasi tidak nyaman sesudah menggunakan lidokain dan efedrin menunjukkan respon baik yaitu 75% pasien merasakan sensasi rasa nyaman.
Kesimpulan: Terdapat perbedaan efektivitas dekongestan topikal, dimana efedrin terbukti efektif dan lidokain terbukti tidak efektif sebagai dekongestan topikal. Serta Lidokain menunjukkan rasa tidak nyaman pada kelompok perlakuan dan pada pemberian efedrin terdapat rasa nyaman.
ABSTRACT
Background: Decongestants are a class of drugs used to relieve nasal and paranasal sinus congestion by reducing mucosal edema and mucus secretion. Ephedrine is commonly used as a decongestant, particularly in the management of the common cold. Lidocaine, a topical anesthetic, is widely used in naso- and oropharyngeal procedures. Both topical anesthetics and decongestants are applied intranasally to reduce discomfort and improve visualization.
Objective: To compare the effectiveness of lidocaine and ephedrine as topical nasal decongestants.
Methods: This quasi-experimental study included 12 participants (24 nasal cavities) selected based on predefined inclusion and exclusion criteria. Samples were randomly allocated into two groups: lidocaine and ephedrine.
Results: Lidocaine showed no significant difference in effectiveness before and after administration (p = 0.059). In contrast, ephedrine demonstrated a significant improvement (p = 0.002). A significant difference was also observed between the two groups (p = 0.002), with a mean turbinate diameter reduction of 2.00 mm favoring ephedrine. Additionally, 67% of participants reported discomfort with lidocaine, whereas 75% reported comfort with ephedrine.
Conclusion: Ephedrine is effective as a topical nasal decongestant, while lidocaine is not. Ephedrine is also better tolerated, whereas lidocaine is associated with a higher incidence of discomfort
Downloads
References
Wardani,R,S., Zakiah,A,M., Magdi,Y,L., Irfandy,D., Dewi,A,M,K., Sutikno,B., Hendradewi,S., Ratunanda,S,S., Munir,D., 2016. Penggunaan terkini oksimetazolin pada praktik klinik sehari-hari dan rekomendasi Kelompok Studi Rinologi Indonesia. ORLI Vol. 46(2): 171-183. http://doi.org/10.32637/orli.v46i2.165
Malone,M., Kennedy,T,M. 2017. Review: Side Effects of Some Commonly Used Allergy Medications (Decongestants, Anti-Leukotriene Agents, Antihistamines, Steroids, and Zinc) and Their Safety in Pregnancy. Malone and Kennedy. Int J Aller Medications. Vol 3.
Pujiarto,P,S., 2014. Batuk Pilek (Common Cold) Pada Anak. InHealth Gazette https://doi.org/10.23937/25723308.1510024
Goodman & Gilman, 2014. Manual Farmakologi dan Terapi.Jakarta:EGC Katzung, Masters, Trevor, 2014. Farmakologi Dasar & Klinik. Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.
Popat, M. 2009. Difficult airway management. Oxford University Press.
Chadha, N.K., Lam, G.O.A., Ludemann, J.P., Kozak, F.K, 2014. Intranasal Topical Local Anesthetic and Decongestant for Flexible Nasendoscopy in Children A Randomized, Double-blind, Placebo-Controlled Trial. JAMA Otolaryngology–Head & Neck Surgery. Volume 139(12): 1301-1305. Doi: 10.1001/jamaoto.2013.5297.
Weinberg,L., Peake,B., Tan,C., Nikfarjam,M., 2015. Pharmacokinetics and pharmacodynamics of lignocaine: A review. World J Anesthesiol.Volume 4(2):17-29 http://doi.org/10.5313/wja.v4.i2.17
Sahin,M,I., Kokoglo,K., Gulec,S., Ketenci,I., Unlu,Y. 2017. Premedication Methods in Nasal Endoscopy: A Prospective, Randomized, Double-Blind Study. Clinical and Experimental Otorhinolaryngology Vol. 10, No. 2: 158-163. http://dx.doi.org/10.21053/ceo.2016.00563
Laccourreye,O., Werner,A., Giroid,J,P., Couloigner,V., Bonfils,P., 2015. Benefits, limits and danger of ephedrine and pseudoephedrine as nasal decongestants. European Annals of Otorhinolaryngology, Head and Neck diseases 132 (2015) 31–34. http://dx.doi.org/10.1016/j.anorl.2014.11.001
Ferdian,E., Soenarjo., Budiono,U., 2014. Perbandingan Penggunaan Triamcinolone Acetonide Dan Lidocaine pada Pada Pipa Endotrakea Terhadap Angka Kejadian Nyeri Tenggorokan Pasca Intubasi Pada Anestesi Umum.Vol VI.No 3.
Rosyida,E. 2019. Efedrin sebagai bahan doping pada aktivitas olahraga.
Nayoan, C.R., Syamsi, N. 2023. Perbandingan Efek Antipiretik Ekstrak Buah Belimbing dan Bengkoang (Kajian Uji Invitro Pada Tikus Jantan Yang Diinduksi Demam). Medika Alkhairat: Jurnal Penelitian Kedokteran Dan Kesehatan. 5(3).
Copyright (c) 2026 Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan agree to the following terms:
1. Authors retain copyright and grant Journal Medika Alkhairaat right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial License (http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/) that allows others to remix, adapt, build upon the work non-commercially with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in Journal Medika Alkhairaat.
2. Authors are permitted to copy and redistribute the journal’s published version of the work non-commercially (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Journal Medika Alkhairaat.





