PENGARUH HIGIENE LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN PENYAKIT KECACINGAN PADA ANAK USIA SEKOLAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARUWISI
Abstract
ABSTRAK
Penyakit kecacingan merupakan masalah kesehatan lingkungan yang prevalensinya masih tinggi pada anak sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aspek higiene lingkungan terhadap kejadian kecacingan di wilayah kerja Puskesmas Karuwisi. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional terhadap 70 responden anak usia 6-12 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, observasi lingkungan, dan pemeriksaan laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan angka kejadian kecacingan sebesar 34,3%. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara ketersediaan air bersih (p=0,024), pengelolaan air limbah (p=0,018), sarana pembuangan kotoran (p<0,001), dan pengelolaan sampah (p=0,016) dengan kejadian kecacingan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah keempat aspek higiene lingkungan berpengaruh signifikan terhadap infeksi cacing pada anak, dengan sarana pembuangan kotoran sebagai faktor risiko yang paling dominan. Diperlukan upaya peningkatan sanitasi dasar dan edukasi berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah tersebut.
ABSTRACT
Helminthiasis is an environmental health problem with a high prevalence among school-aged children. This study aims to analyze the influence of environmental hygiene aspects on the incidence of helminthiasis in the Karuwisi Health Center working area. This research is an analytical observational study with a cross-sectional design involving 70 respondents aged 6-12 years. Data collection was conducted through questionnaires, environmental observations, and laboratory examinations. The results showed that the incidence rate of helminthiasis was 34.3%. Bivariate analysis indicated a significant relationship between clean water availability (p=0.024), wastewater management (p=0.018), excreta disposal facilities (p<0.001), and waste management (p=0.016) with the incidence of helminthiasis. The conclusion of this study is that all four aspects of environmental hygiene significantly influence worm infections in children, with excreta disposal facilities being the most dominant risk factor. Efforts to improve basic sanitation and continuous education for the community in the area are highly necessary.
Downloads
References
World Health Organization (WHO). (2023). Soil-transmitted helminth infections: Fact sheet. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/soil-transmitted-helminth-infections.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2021. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Sungkar, S., Mustika, S., Ramadani, K. D., Sari, R. M., Nurhayati, N., & Kurniawan, A. (2022). High prevalence of soil-transmitted helminth infections among school children in East Nusa Tenggara and West Papua provinces, Indonesia. Acta Tropica, 225, 106205. https://doi.org/10.1016/j.actatropica.2021.106205.
Handayani, S. (2021). Prevalensi dan Faktor Risiko Infeksi Soil-Transmitted Helminths pada Anak Sekolah Dasar. Jurnal Epidemiologi.
Garcia, L. S. (2020). Diagnostic Medical Parasitology. ASM Press.
Fattah, N., Arifin, A. F., Hadi, S., & Imam, F. R. S. (2020). Hubungan Personal Hygiene dan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Penyakit Kecacingan. UMI Medical Journal, 5(Issue), 78.
Susanto, B. (2021). Analisis Kualitas Air Bersih terhadap Prevalensi Helminthiasis pada Anak Sekolah Dasar. Jurnal Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat.
Handayani, S. (2022). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Infeksi Cacing Gelang pada Anak di Kawasan Agrikultur. Jurnal Higiene dan Sanitasi.
Wahyudi, T. (2021). Hubungan Kepemilikan Jamban Sehat dengan Kejadian Helminthiasis pada Anak Sekolah Dasar. Jurnal Kesehatan Lingkungan dan Epidemiologi.
Saputra, A. (2022). Hubungan Kondisi Fisik Rumah dan Sanitasi Dasar dengan Kejadian Kecacingan. Jurnal Kesehatan Global.
Copyright (c) 2026 Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan agree to the following terms:
1. Authors retain copyright and grant Journal Medika Alkhairaat right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial License (http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/) that allows others to remix, adapt, build upon the work non-commercially with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in Journal Medika Alkhairaat.
2. Authors are permitted to copy and redistribute the journal’s published version of the work non-commercially (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Journal Medika Alkhairaat.





