HUBUNGAN JENIS ANEMIA TERHADAP STATUS BAKTERIOLOGIS PADA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI RUMAH SAKIT YW UMI IBNU SINA MAKASSAR

  • Muh. Jagad Ar-Rahman Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Univeristas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Sri Julyani Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, RSP Ibnu Sina YW-UMI, Univeristas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Sri Wahyuni Gayatri B Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran, RSP Ibnu Sina YW-UMI, Univeristas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Yusriani Mangarengi Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, RSP Ibnu Sina YW-UMI, Univeristas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Irmayanti HB Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, RSP Ibnu Sina YW-UMI, Univeristas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
Keywords: Anemia, Tuberkulosis Paru, Tes Cepat Molekuler, Hemoglobin, Anemia, Pulmonary Tuberculosis, Molecular Rapid Test, Hemoglobin

Abstract

ABSTRAK

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan global dan sering disertai dengan kelainan hematologis, salah satunya anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jenis anemia dengan status bakteriologis berdasarkan Tes Cepat Molekuler (TCM) pada penderita tuberkulosis paru di Rumah Sakit YW UMI Ibnu Sina Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data rekam medis pasien TB paru periode Januari–Desember 2024. Sampel penelitian berjumlah 72 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penderita TB paru mengalami anemia mikrositik sebanyak 40 orang (55,6%), sedangkan anemia normositik sebanyak 32 orang (44,4%). Status bakteriologis terbanyak adalah kategori medium (31,9%), diikuti high (30,6%), low (25,0%), dan very low (12,5%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,245 (p>0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis anemia dan status bakteriologis pada penderita tuberkulosis paru.

ABSTRACT

Tuberculosis (TB) remains a major global health problem and is often associated with hematological disorders, one of which is anemia. This study aimed to determine the relationship between the type of anemia and bacteriological status based on the Molecular Rapid Test (TCM) in pulmonary tuberculosis patients at YW UMI Ibnu Sina Hospital, Makassar. This research used a quantitative method with a cross-sectional design using medical record data of pulmonary TB patients from January to December 2024. The sample consisted of 72 patients who met the inclusion and exclusion criteria. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analysis with the Chi-Square test. The results showed that most pulmonary TB patients had microcytic anemia (55.6%), while normocytic anemia was found in 44.4% of patients. The most common bacteriological status was medium (31.9%), followed by high (30.6%), low (25.0%), and very low (12.5%). The Chi-Square test showed a p-value of 0.245 (p>0.05), indicating that there was no significant relationship between the type of anemia and bacteriological status in pulmonary tuberculosis patients.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggoro, S. (2020). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada siswi SMA. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 10(3), 341–350.

Damanik, R. D. (2019). Gambaran kadar hemoglobin pada penderita tuberkulosis paru sebelum dan sesudah dua bulan mengonsumsi obat anti tuberkulosis di RS Khusus Paru Medan (Skripsi).

Dashboard Tuberkulosis Indonesia. (2024). Tuberkulosis Indonesia tahun 2024. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Farzana, S. G. U. (2024). Hubungan antara anemia dengan konversi sputum pasien tuberkulosis paru setelah fase intensif pengobatan di Puskesmas Kota Jambi (Skripsi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Jambi).

Ganz, T., & Nemeth, E. (2012). Iron metabolism: Interactions with normal and disordered erythropoiesis. Cold Spring Harbor Perspectives in Medicine, 2(5), a011668. https://doi.org/10.1101/cshperspect.a011668

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2018. Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil kesehatan Indonesia 2022. Kementerian Kesehatan RI.

Kurniaji, I., Rudiyanto, W., & Windarti, I. (2023). Anemia pada pasien tuberkulosis. Jurnal, 13, 42–46.

Turner, J., Parsi, M., & Badireddy, M. (2023). Anemia. In StatPearls. StatPearls Publishing.

Weiss, G., & Goodnough, L. T. (2005). Anemia of chronic disease. The New England Journal of Medicine, 352(10),1011–1023. https://doi.org/10.1056/NEJMra041809

World Health Organization. (2019). Anaemia in women and children. World Health Organization.

World Health Organization. (2023). Global tuberculosis report 2023. World Health Organization.

Yulianti, A., Aisyah, S., & Handayani, S. (2024). Faktor-faktor yang berhubungan dengan anemia pada remaja putri. Lentera Perawat, 5(1), 10–17.

Published
2026-04-07
How to Cite
Muh. Jagad Ar-Rahman, Sri Julyani, Sri Wahyuni Gayatri B, Yusriani Mangarengi, & Irmayanti HB. (2026). HUBUNGAN JENIS ANEMIA TERHADAP STATUS BAKTERIOLOGIS PADA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI RUMAH SAKIT YW UMI IBNU SINA MAKASSAR. Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran Dan Kesehatan, 8(01), 1506-1512. https://doi.org/10.31970/ma.v8i01.441
Section
Articles